Akuntansi Keuangan Syariah – Teori dan Praktik

Akuntansi Keuangan Syariah – Teori dan Praktik

Rp65.000

onsep akuntansi Islam dan akuntansi konvensional memiliki sifat dan karakteristik yang berbeda karena dasar-dasar akuntansi Islam adalah syariat Islam yang dimplementasikan di kalangan masyarakat Muslim, yang prosesnya ditangani oleh para akuntan yang mengombinasikan kemampuan dan kecakapan dengan kejujuran bekerja.

Sifat-sifat spesifik akuntansi Islam adalah (1) kaidah dasarnya bersumber dari Al-Quran, Sunnah, dan fiqh yang sifatnya permanen dan objektif sesuai untuk segala waktu dan kondisi; (2) dilandasi oleh akidah yang kuat, yaitu percaya bahwa harta yang dihitung merupakan harta Allah dan akan dipertanggungjawabkan sejauh mana pekerjaan itu dilaksanakan dengan baik; (3) berlandaskan pada akhlak yang baik, artinya harus memiliki sifat amanah, jujur, netral, adil, dan profesional agar kliennya merasa tenang berinteraksi dengannya; (4) berkaitan dengan proses keuangan yang sah, dan mampu menyiapkan laporan dan mendiskusikan akibat-akibat dari proses keuangan untuk menghindari kesalahan serupa pada masa mendatang; (5) memperhatikan aspek tingkah laku dan motivasi yang manusiawi, baik materiil maupun moril.

100 in stock

Qty:

Deskripsi Buku

Buku Akuntansi Keuangan Syariah – Teori dan Praktik

ISBN 978-979-076-479-8

Terbit: Desember 2014; 24 x 16 cm; 408 hlm.

Konsep akuntansi Islam dan akuntansi konvensional memiliki sifat dan karakteristik yang berbeda karena dasar-dasar akuntansi Islam adalah syariat Islam yang dimplementasikan di kalangan masyarakat Muslim, yang prosesnya ditangani oleh para akuntan yang mengombinasikan kemampuan dan kecakapan dengan kejujuran bekerja.

Sifat-sifat spesifik akuntansi Islam adalah (1) kaidah dasarnya bersumber dari Al-Quran, Sunnah, dan fiqh yang sifatnya permanen dan objektif sesuai untuk segala waktu dan kondisi; (2) dilandasi oleh akidah yang kuat, yaitu percaya bahwa harta yang dihitung merupakan harta Allah dan akan dipertanggungjawabkan sejauh mana pekerjaan itu dilaksanakan dengan baik; (3) berlandaskan pada akhlak yang baik, artinya harus memiliki sifat amanah, jujur, netral, adil, dan profesional agar kliennya merasa tenang berinteraksi dengannya; (4) berkaitan dengan proses keuangan yang sah, dan mampu menyiapkan laporan dan mendiskusikan akibat-akibat dari proses keuangan untuk menghindari kesalahan serupa pada masa mendatang; (5) memperhatikan aspek tingkah laku dan motivasi yang manusiawi, baik materiil maupun moril.

X