Perbandingan Asuransi Syari’ah dan Konvensional

Perbandingan Asuransi Syari’ah dan Konvensional

Rp40.000

Salah satu aktivitas muamalah yang saat ini berkembang di masyarakat adalah asuransi. Masyarakat lebih banyak mengenal asuransi konvensional yang selalu dikaitkan dengan risiko dan klaim yang akan ditanggung oleh nasabah. Asuransi konvensional lebih didominasi oleh spekulasi yang sangat tinggi karena nasabah menyimpan uang di perusahaan asuransi dengan harapan yang sebenarnya bukan untuk diharapkan, misalnya kecelakaan dan kematian, kerugian harta benda karena musibah, dan sebagainya. Setiap orang tidak mengharapkan kecelakaan. Akan tetapi, apabila dikaitkan dengan asuransi konvensional, kembalinya uang dengan segala bentuk keuntungannya adalah apabila sesuatu yang menakutkan itu dialami oleh nasabah apabila nasabah tidak mengalami peristiwa apapun, uang yang disimpan di perusahaan asuransi konvensional akan lenyap.

Berbeda dengan asuransi syari’ah, sejak awal penitipan uang diakadkan dengan akad penanaman kebaikan. Nasabah menyimpan uang di perusahaan asuransi syari’ah bukan hanya untuk memperoleh penggantian apabila menerima risiko tertentu, melainkan juga sebagai bagian dari sidkah atau penanaman modal dengan akad tabarru. Oleh karena itu, dalam asuransi takaful misalnya, tidak ada spekulasi dan menanti peristiwa yang mengerikan dialami oleh nasabah sehingga akan memperoleh uang dalam jumlah yang cukup banyak. Setiap uang yang disimpan dapat dikategorikan sebagai bagian dari amal kebajikan atau modal yang terus dikembangkan. Dengan demikian tidak ada uang nasabah yang hilang karena tidak mengalami peristiwa yang menakutkan, yakni kecelakaan atau kematian.

100 in stock

Qty:

Deskripsi Buku

Perbandingan Asuransi Syari’ah dan Konvensional

Penulis : Dr. H. Ending Solehudin, M.Ag.

Cetakan 1 : Desember 2019

16 x 24 cm;  235 hlm. HVS

ISBN 978-979-076-766-9

Salah satu aktivitas muamalah yang saat ini berkembang di masyarakat adalah asuransi. Masyarakat lebih banyak mengenal asuransi konvensional yang selalu dikaitkan dengan risiko dan klaim yang akan ditanggung oleh nasabah. Asuransi konvensional lebih didominasi oleh spekulasi yang sangat tinggi karena nasabah menyimpan uang di perusahaan asuransi dengan harapan yang sebenarnya bukan untuk diharapkan, misalnya kecelakaan dan kematian, kerugian harta benda karena musibah, dan sebagainya. Setiap orang tidak mengharapkan kecelakaan. Akan tetapi, apabila dikaitkan dengan asuransi konvensional, kembalinya uang dengan segala bentuk keuntungannya adalah apabila sesuatu yang menakutkan itu dialami oleh nasabah apabila nasabah tidak mengalami peristiwa apapun, uang yang disimpan di perusahaan asuransi konvensional akan lenyap.

Berbeda dengan asuransi syari’ah, sejak awal penitipan uang diakadkan dengan akad penanaman kebaikan. Nasabah menyimpan uang di perusahaan asuransi syari’ah bukan hanya untuk memperoleh penggantian apabila menerima risiko tertentu, melainkan juga sebagai bagian dari sidkah atau penanaman modal dengan akad tabarru. Oleh karena itu, dalam asuransi takaful misalnya, tidak ada spekulasi dan menanti peristiwa yang mengerikan dialami oleh nasabah sehingga akan memperoleh uang dalam jumlah yang cukup banyak. Setiap uang yang disimpan dapat dikategorikan sebagai bagian dari amal kebajikan atau modal yang terus dikembangkan. Dengan demikian tidak ada uang nasabah yang hilang karena tidak mengalami peristiwa yang menakutkan, yakni kecelakaan atau kematian.

X