Sosiologi Korupsi

Sosiologi Korupsi

Rp47.000

Salah satu fenomena sosial yang selalu menjadi racun bagi masyarakat di berbagai negara adalah perilaku korupsi. Fenomena inipun merupakan masalah sosial yang dihadapi oleh sebagian besar negara di dunia. Sejalan dengan perubahan kemampuan manusia, cara melakukan korupsi pun bervariasi bergantung pada cara licik manusia melakukan korupsi. Semakin canggih ia merumuskan rekayasa kehidupan, semakin canggih pula pola dan model korupsi yang dilakukannya.

Dalam buku ini dikaji secara deskriptif mengenai gejala korupsi dengan pendekatan sosiologis sebagai ilmu yang mempelajari fenomena perilaku sosial. Buku ini membahas sebagai berikut. Pertama makna korupsi yang mempunyai tiga istilah, yaitu : (1) penyuapan (bribery), (2) pemerasan (extortion), dan (3) nepotisme. Kedua, gambaran tentang korupsi dalam bentuk tahapan korupsi yang telah merajalela dan korupsi yang membinasakan masyarakat. Ketiga, penyebab korupsi. Keempat, pencegahan korupsi, dengan refleksi bahwa harus ada generasi yang mampu menerobos korupsi dan aktif memberantas korupsi.

100 in stock

Qty:
Category:

Deskripsi Buku

Sosiologi Korupsi

Penulis : Prof. Dr. H. Ali Anwar, M.Si.

Cetakan 1 : Agustus 2019

16 x 24 cm;  269 hlm. HVS

ISBN 978-979-076-745-4

Salah satu fenomena sosial yang selalu menjadi racun bagi masyarakat di berbagai negara adalah perilaku korupsi. Fenomena inipun merupakan masalah sosial yang dihadapi oleh sebagian besar negara di dunia. Sejalan dengan perubahan kemampuan manusia, cara melakukan korupsi pun bervariasi bergantung pada cara licik manusia melakukan korupsi. Semakin canggih ia merumuskan rekayasa kehidupan, semakin canggih pula pola dan model korupsi yang dilakukannya.

Menurut lembaga survey Internasional Political and Economic Risk Consultancy yang bermarkas di Hongkong, diantara 12 negara di Asia, Indonesia merupakan salahsatu negeri terkorup di Asia diikuti India dan Vietnam, Thailand, Malaysia dan Cina berada pada posisi keempat. Adapun Singapura, Jepang, Hongkong, Taiwan dan Korea Selatan menempati peringkat terendah dalam hal korupsi. Korupsi juga merupakan penyebab utama keterpurukan bangsa dan negara dan seluruh bangsa harus menanggung akibatnya. Jika dahulu korupsi hanya dilakukan oleh para pejabat tingkat pusat, sekarang hampir semua orang, baik pejabat pusat maupun daerah, birokrat, pengusaha melakukan korupsi. Fakta tersebut memunculkan banyak pertanyaan dari masyarakat umum, seperti mengapa hal itu terjadi? Apa latar belakang dan akar permasalahan yang dihadapi bangsa ini?

Dalam buku ini dikaji secara deskriptif mengenai gejala korupsi dengan pendekatan sosiologis sebagai ilmu yang mempelajari fenomena perilaku sosial. Buku ini membahas sebagai berikut. Pertama makna korupsi yang mempunyai tiga istilah, yaitu : (1) penyuapan (bribery), (2) pemerasan (extortion), dan (3) nepotisme. Kedua, gambaran tentang korupsi dalam bentuk tahapan korupsi yang telah merajalela dan korupsi yang membinasakan masyarakat. Ketiga, penyebab korupsi. Keempat, pencegahan korupsi, dengan refleksi bahwa harus ada generasi yang mampu menerobos korupsi dan aktif memberantas korupsi.

X