Ekonomi Syariah

Ekonomi Syariah

Rp50.000

ekonomi syariah membebaskan dirinya dari praktik transaksi riba, maesyir, dan gharar.  Transaksi riba diganti dengan instrumen mudharabah(profit and loss sharing), transaksi maesyir diganti dengan instrumen anta radhim  minkum (kerelaan para pihak yang bertransaksi), transaksi gharar diganti dengan transaksi keterbukaan.

Kemudian pada tataran operasionalnya, instrumen tersebut terintegrasi dengan prinsip al-a’dalah (keadilan), prinsip nubuwiyah (kenabian), prinsip illahiyah (ketuhanan), prinsip hurriyah (kebebasan), prinsip khuluqiyah (moral etik), prinsip insaniyah (kemanusiaan) dan prinsip iqtisadiyah (keseimbangan ekonomis).

100 in stock

Qty:
Category:

Description

Buku Ekonomi Syariah

ISBN 978-979-076-196-4

Terbit 2012

Cetakan ke 2: Desember 2017

16 x 24 cm (HVS); 370 hlm.

Kehadiran ekonomi syariah sebagai sebuah sistem ekonomi solutif, bukanlah fatamorgana. Berkembangnya institusi-institusi keuangan syariah, merupakan bukti empiris yang tidak bisa terbantahkan. Institusi-institusi keuangan syariah, baik bank mapun nonbank merupakan bentuk nyata bahwa nilai-nilai syariah bisa di implementasikan dalam seluruh sendi kehidupan, termasuk dalam sendi ekonomi.

Karakterisitik institusi keuangan syariah adalah terbebas dari segala bentuk transaksi ribawi. Transaksi ribawi mweupakan salah satu biang kerusakan tatanan keuangan global. Lebih parah lagi, saat ini, transaksi ribawi berkolaborasi dengan transaksi maesyir (gambling) dan gharar (uncertainty), yang kemudian dikemas secara batil. Selama sistem keuangan masih menggunakan instrumen tersebut, selama itu juga sistem ekonomi dan keuangan dunia tidak akan pernah berhenti dari krisis dan akan terus bergejolak. Kalaupun tenang, itu hanya sebentar, suatu saat akan bergemuruh lagi dan bisa mematikan.

ekonomi syariah membebaskan dirinya dari praktik transaksi riba, maesyir, dan gharar.  Transaksi riba diganti dengan instrumen mudharabah(profit and loss sharing), transaksi maesyir diganti dengan instrumen anta radhim  minkum (kerelaan para pihak yang bertransaksi), transaksi gharar diganti dengan transaksi keterbukaan. Kemudian pada tataran operasionalnya, instrumen tersebut terintegrasi dengan prinsip al-a’dalah (keadilan), prinsip nubuwiyah (kenabian), prinsip illahiyah (ketuhanan), prinsip hurriyah (kebebasan), prinsip khuluqiyah (moral etik), prinsip insaniyah (kemanusiaan) dan prinsip iqtisadiyah (keseimbangan ekonomis).

X