Filsafat Sosial Budaya di Dunia Islam

Filsafat Sosial Budaya di Dunia Islam

Rp68.000

Buku ini menguraikan sejarah pertumbuhan dan perkembangan manusia menurut hukum alam, yang menjelaskan rumusan karakteristik dan hukum-hukum yang berlaku pada gejala sosial-kemasyarakatan, yang dirumuskan oleh Ibn Khaldun dalam ‘ilm al-umran al-basyari atau ‘ilm al-ijtimā al-insāni.

Ibn Khaldun berpendapat bahwa ilmu yang digagasnya merupakan orientasi baru dalam disiplin ilmu pengetahuan saat itu, terutama dalam historis dan kemasyarakatan. Ia mengemukakan pendapatnya bahwa ilmu (’ilm al-umrān) merupakan ilmu yang lahir dari pengamatan, perenungan, dan perasaan intensif terhadap gejala-gejala sosial.

100 in stock

Qty:
Categories: ,

Deskripsi Buku

Buku Filsafat Sosial Budaya di Dunia Islam

ISBN 978-979-076-368-5

Terbit 2013

16 x 24 cm (HVS); 474 hlm.

Buku ini menguraikan sejarah pertumbuhan dan perkembangan manusia menurut hukum alam, yang menjelaskan rumusan karakteristik dan hukum-hukum yang berlaku pada gejala sosial-kemasyarakatan, yang dirumuskan oleh Ibn Khaldun dalam ‘ilm al-umran al-basyari atau ‘ilm al-ijtimā al-insāni.

Ibn Khaldun berpendapat bahwa ilmu yang digagasnya merupakan orientasi baru dalam disiplin ilmu pengetahuan saat itu, terutama dalam historis dan kemasyarakatan. Ia mengemukakan pendapatnya bahwa ilmu (’ilm al-umrān) merupakan ilmu yang lahir dari pengamatan, perenungan, dan perasaan intensif terhadap gejala-gejala sosial.

Kedua penulis buku ini juga mengemukakan enam prinsip utama dalam perkembangan kehidupan manusia secara alamiah, yang salah satunya mengemukakan bahwa hukum sosial dapat ditemukan dengan cara mengumpulkan sejumlah fakta dan mengamati persamaan serta kronologisnya. Fakta ini diperoleh dari dua sumber, yaitu catatan dari kejadian masa lampau dan dari hasil pengamatan atas kejadian masa kini. Setelah dikumpulkan secara lengkap dan komprehensif, fakta-fakta tersebut harus dicari hubungannya berdasarkan prinsip-prinsip, teori, dan metode analisis yang dipinjam dari berbagai disiplin ilmu yang dibutuhkan.

Dengan kata lain, kedua penulis buku ini memberanikan diri untuk memasuki pemikiran Ibn Khaldun pada ranah sosial-kemasyarakatannya, tidak seperti tulisan-tulisan lain yang lebih memosisikan Ibn Khaldun sebagai sejarawan atau filsuf sejarah. Semua uraiannya dipaparkan dengan pengetahuan dan pengertian yang memadai bagi pengayaan dan pengembangan ilmu secara filosofis ataupun sosiologis.

X