Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan

Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan

Rp60.000

Pancasila sebagai ideologi negara masih tetap menarik untuk dikaji dalam berbagai perspektif. Apabila dilihat secara politik, kelahiran pancasila tidak melalui perjalanan yang mudah. Para perumus Pancasila berulang-ulang melakukan rapat untuk merumuskan sila-sila pancasila.

Pada setiap rapat, terjadi perubahan perumusan, bahkan pada saat Pancasila dimasukkan sebagai “Piagam Jakarta”, masih ada sebagian warga negara yang keberatan dengan sila pertama yang mencantumkan kalimat, “menjalankan syariat Islam bagi pemeluknya”.

Tentu saja, kalimat tersebut kurang memahami makna pluralisme agama dan multikultural bangsa Indonesia. Kalimat yang dipandang memberatkan sebagian warga negara Indonesia dihapus, dan yang disetujui adalah kalimat “Ketuhanan Yang Maha Esa”.

100 in stock

Qty:
Categories: ,

Description

Buku Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan

ISBN 978-979-076-243-5

Terbit 2012; cetakan ke 2; Maret 2018

16 x 24 cm (HVS); 472 hlm.

Pancasila sebagai ideologi negara masih tetap menarik untuk dikaji dalam berbagai perspektif. Apabila dilihat secara politik, kelahiran pancasila tidak melalui perjalanan yang mudah. Para perumus Pancasila berulang-ulang melakukan rapat untuk merumuskan sila-sila pancasila. Pada setiap rapat, terjadi perubahan perumusan, bahkan pada saat Pancasila dimasukkan sebagai “Piagam Jakarta”, masih ada sebagian warga negara yang keberatan dengan sila pertama yang mencantumkan kalimat, “menjalankan syariat Islam bagi pemeluknya”. Tentu saja, kalimat tersebut kurang memahami makna pluralisme agama dan multikultural bangsa Indonesia. Kalimat yang dipandang memberatkan sebagian warga negara Indonesia dihapus, dan yang disetujui adalah kalimat “Ketuhanan Yang Maha Esa”.

Pancasila bukan sekadar ideologi negara, melainkan juga merupakan falsafah hidup bangsa yang digali dari nilai-nilai luhur dan budaya nenek moyang yang sudah dimiliki bangsa Indonesia sebelum negara Indonesia terbentuk. Pancasila merupakan rumusan dan pedoman kehidupan berbangsa dan bernegara bagi seluruh rakyat Indonesia. Dengan pancasila, bangsa ini memiliki harga diri dan martabat sebagai bangsa karena kelima sila yang terdapat didalamnya berlaku universal, untuk kehidupan spiritual maupun kehidupan materiil. Lima sendi utama penyusun pancasila adalah Ketuhanan Yang Maha Esa, kemanusiaan yang adil dan beradab, persatuan Indonesia, kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan / perwakilan, dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Kelima sila ini tercantum pada paragraf ke 4 Preambule (Pembukaan) Undang-Undang Dasar 1945.

X